Pekerjaan modern menuntut kita menatap layar berjam-jam. Mari pelajari cara menjaga mata tetap nyaman dan sehat dengan langkah-langkah praktis yang mudah diterapkan.
Mulai Sekarang
Ketika kita terus-menerus fokus pada layar digital, otot di sekitar mata tidak mendapat kesempatan untuk beristirahat. Hal ini mirip dengan berlari maraton tanpa henti, yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan.
Salah satu masalah utamanya adalah kita mengedipkan mata jauh lebih jarang saat menatap layar. Normalnya kita mengedipkan mata sekitar 15-20 kali per menit, namun saat menggunakan komputer angka ini turun drastis hingga hanya 5-7 kali.
Akibatnya, permukaan mata menjadi kering dan kurang terlindungi, menimbulkan rasa tidak nyaman yang sering kita rasakan di penghujung hari kerja.
Kenyamanan mata tidak hanya bergantung pada durasi penggunaan layar, tetapi juga pada kondisi lingkungan kerja Anda.
| Faktor | Kondisi Ideal | Dampak Jika Tidak Optimal |
|---|---|---|
| Jarak ke Layar | 50-70 cm (panjang lengan) | Mata bekerja lebih keras untuk fokus |
| Posisi Layar | 15-20° di bawah level mata | Ketegangan leher dan mata |
| Pencahayaan Ruangan | Lembut, tidak terlalu terang | Silau dan ketidaknyamanan visual |
| Kelembaban Udara | 40-60% | Mata kering dan iritasi |
Setiap 20 menit, istirahatkan mata dengan melihat objek sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Ini membantu otot ciliary berelaksasi.
Sesuaikan tingkat kecerahan layar agar seimbang dengan pencahayaan ruangan. Kontras yang terlalu tinggi membebani mata.
Ingatkan diri untuk mengedipkan mata lebih sering. Ini menjaga lapisan air mata tetap merata di permukaan mata.
Jangan ragu memperbesar ukuran font pada dokumen atau browser. Mata tidak perlu bekerja ekstra keras untuk membaca.
Aktifkan fitur filter cahaya biru atau mode malam pada perangkat, terutama saat bekerja di malam hari.
Kenyamanan mata ternyata sangat berkaitan dengan postur tubuh Anda. Ketika Anda membungkuk untuk melihat ponsel atau laptop, aliran darah ke bagian belakang kepala terganggu.
Bagian otak yang memproses informasi visual terletak di lobus oksipital, yaitu di bagian belakang kepala. Postur yang buruk mengurangi suplai oksigen dan nutrisi ke area ini.
Pastikan layar berada pada ketinggian yang tepat sehingga Anda tidak perlu menundukkan atau mengangkat kepala terlalu tinggi. Punggung harus tegak dan bahu rileks.
Air mata terdiri dari tiga lapisan: lapisan minyak, lapisan air, dan lapisan mucin. Ketika tubuh kekurangan cairan, produksi lapisan air berkurang dan mata menjadi kering.
Minimal 8 gelas air per hari membantu menjaga produksi air mata tetap optimal dan mencegah mata kering.
Asam lemak omega-3 dari ikan atau kacang-kacangan membantu menjaga kualitas lapisan minyak pada air mata.
"Mengatur jarak layar dan menggunakan filter cahaya biru membuat perbedaan besar. Sekarang mata saya tidak lagi terasa berat di akhir hari kerja."
— Dewi Kusuma, Denpasar
"Aturan 20-20-20 terdengar sederhana, tapi efeknya luar biasa. Mata saya jauh lebih nyaman meskipun saya bekerja 8 jam di depan komputer."
— Budi Santoso, Jakarta
"Saya menambahkan pelembab udara di ruangan kerja dan hasilnya sangat terasa. Mata tidak lagi kering seperti dulu."
— Linda Wijaya, Bandung
"Memperbesar ukuran font dan meningkatkan pencahayaan ruangan ternyata sangat membantu. Sekarang saya bisa bekerja lebih lama tanpa keluhan."
— Hendra Gunawan, Surabaya
Email: hello (at) xigudit.icu
Telepon: +62 361 7482 935
Alamat: Jl. Raya Puputan No. 142, Kelurahan Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar, Bali 80226, Indonesia
Kacamata dengan lapisan anti-reflektif dapat membantu mengurangi silau dari layar. Namun, kebiasaan kerja yang baik tetap lebih penting daripada hanya mengandalkan kacamata.
Selain aturan 20-20-20, usahakan untuk mengambil istirahat lebih panjang sekitar 10-15 menit setiap 2 jam bekerja.
Tetes mata tanpa pengawet umumnya aman untuk penggunaan jangka panjang. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mata jika Anda perlu menggunakannya setiap hari.
Pencahayaan ideal adalah saat Anda dapat melihat layar dengan jelas tanpa harus menyipitkan mata, dan tidak ada pantulan cahaya yang mengganggu pada permukaan layar.
Jika Anda mengalami penglihatan kabur yang berkelanjutan, sakit kepala berulang, atau mata merah yang tidak kunjung membaik setelah mengubah kebiasaan kerja, segera konsultasikan dengan profesional.